Haru, Peluncuran Buku ‘Inspiring Teacher’: Kado yang Belum Sempat Digenggam Ibu Muslimah ‘Laskar Pelangi’

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Buku ini rencananya akan menjadi hadiah bagi Ibu Muslimah. Sosok guru yang menginspirasi jutaan pembaca melalui novel Laskar Pelangi. Sedianya ia akan menyaksikan sendiri peluncuran buku autobiografinya berjudul Inspiring Teacher.

Namun takdir membuat Ibu Muslimah tak pernah sempat menggenggam buku yang berkisah tentang perjalanan hidupnya sendiri. Dua hari setelah sosok yang menginspirasi jutaan pembaca melalui novel Laskar Pelangi itu berpulang, autobiografi berjudul Inspiring Teacher justru resmi diluncurkan di Ruang Pertemuan “Ibu Muslimah” Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Senin (29/6/2026) sore.

Peluncuran buku berlangsung dalam suasana haru. Keluarga almarhumah, tim penulis, para guru, serta jajaran Pemkab Beltim hadir mengenang sosok pendidik sederhana yang ketulusannya telah membawa nama Beltim dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga  PWI Bangka Belitung Luncurkan Buku Mengeja Laut

Gagasan penulisan buku ini berasal dari Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Ia ingin mendokumentasikan perjalanan hidup Ibu Muslimah agar menjadi sumber inspirasi bagi guru, pelajar, dan masyarakat.

Kamarudin mengungkapkan gagasan penulisan buku itu untuk mengabadikan perjalanan hidup Ibu Muslimah. Menurutnya, ketulusan seorang guru layak menjadi inspirasi lintas generasi.

“Beliau sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saya berpikir, kenapa tidak kita buatkan buku supaya masyarakat, terutama para guru, bisa belajar dari keteladanan beliau,” kata Kamarudin.

Kamarudin menyatakan peluncuran buku sempat beberapa kali tertunda. Awalnya karena dirinya sakit, kemudian kondisi kesehatan Ibu Muslimah terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia sebelum buku tersebut sempat diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca Juga  Operasi Pencarian Pilot Helikopter P1103 Diperpanjang Selama 3 Hari

“Kami sebenarnya ingin beliau hadir saat buku ini diluncurkan. Tetapi rencana Tuhan berbeda dengan rencana kita. Karena itu hari ini keluarga kami libatkan agar mereka juga menjadi bagian dari momen ini,” ungkapnya berkaca-kaca.

Kedekatan orang nomor 1 di Kabupaten Beltim dengan Ibu Muslimah juga terjalin sejak almarhumah menjalani perawatan di rumah sakit. Hampir setiap tiga hari sekali, ia menjenguk guru yang telah menjadi ikon pendidikan Beltim tersebut.

Bahkan, Kamarudin mengusulkan agar dibuat patung Ibu Muslimah di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.

“Saya ingin ada patung beliau di sini. Di bawahnya ditulis kisah pengabdiannya. Supaya orang terus mengenang ketulusan beliau sebagai guru,” tambahnya.

Baca Juga  Peringati HUT Babel, PWI Gelar Diskusi Antihoaks Pilkada Damai dan Peluncuran Buku

Ide Penulisan Buku, Berawal dari Sebuah Kunjungan