Prestasi sebagai anggota Paskibraka Nasional ini akan menjadi batu loncatan penting bagi Furqoen. Langkah ini membawanya lebih dekat dengan cita-cita besarnya sejak kecil yaitu memakai seragam loreng untuk mengabdi pada negara sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil).

Dalam menjalani kesehariannya, Furqoen selalu memegang teguh filosofi hidup yang kokoh. Empat pilar prinsipnya adalah kerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas.

Dengan kerja keras, ia menembus batas kemampuan fisik dan akademisnya. Dengan kerja cerdas, ia memanfaatkan peluang dan waktu dengan efisien. Dengan keikhlasan, ia menerima setiap proses dan ujian. Dan dengan prinsip tuntas, ia memastikan tidak ada tugas atau perjuangan yang ia tinggalkan setengah jalan.

Baca Juga  Lolos SNBP di Arsitektur UGM, Siswa SMAN 1 Manggar Ini Bagikan Tipsnya

Saat ini, Furqoen sedang melakukan persiapan fisik maupun mental jelang keberangkatan pemusatan Latihan pada 14 Juli mendatang.

“Persiapan fisik, olahraga rutin saya lakukan. Begitu juga persiapan secara mental. Mohon doa masyarakat Bangka Belitung agar saya bersama Fira Haniyah (SMAN 2 Pangkalpinang) mampu menjalani Pusdiklat di Cibubur dengan baik sehingga kami dapat memberikan yang terbaik dalam pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Negara pada 17 Agustus nanti,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada Furqoen Nul Hakim.

“Ini adalah sejarah dan kebanggaan yang luar biasa untuk kita semua. Bukan hanya untuk Furqoen dan keluarga, tapi untuk seluruh masyarakat Belitung Timur,” kata Kamarudin.

Baca Juga  Ini Dua Pelajar Babel yang Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Nasional Tahun 2024

Bupati berpesan agar Furqoen tidak luntur dalam menjaga kedisiplinan dan stamina selama masa karantina. Baginya, Furqoen adalah bukti nyata bahwa anak-anak daerah memiliki mental juara yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Semoga prestasi ini menjadi pemantik api semangat bagi pelajar-pelajar lain di Beltim untuk terus mengasah potensi dan mengharumkan nama daerah,” harap Bupati.

Kisah Furqoen Nul Hakim dari Dusun Terang Bulan ini menjadi inspirasi bagi remaja-remaja di Babel dan seluruh Indonesia. Ia adalah bukti hidup bahwa asal-usul dan profesi orang tua sama sekali tidak menentukan batas atas prestasi seorang anak manusia. Di mana ada disiplin dan mental pantang menyerah, di situ bendera kesuksesan akan berkibar.

Baca Juga  Dispora Beltim Gelar Pekan Kreasi Pemuda dan Bazar UMKM, Amrizal: Pemantik Tingkatkan Kreatifitas

Furqoen bersama rekannya Fira Haniyah (SMAN 2 Pangkalpinang) akan mulai masuk pemusatan pendidikan, pelatihan, dan karantina pada 14 Juli 2026.

Mereka akan menjalani serangkaian pelatihan dan pembinaan intensif tersebut hingga peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Tahapan yang akan dijalani oleh 76 perwakilan putra-putri terbaik dari 38 provinsi di seluruh Indonesia meliputi:

Masa Karantina & Pelatihan Nasional: 14 Juli – 17 Agustus 2026, latihan gabungan dan gladi kotor: Awal Agustus 2026, gladi bersih 15 Agustus 2026 (H-2 upacara), pengukuhan paskibraka 16 Agustus 2026, serta penugasan (pengibaran & penurunan bendera) 17 Agustus 2026.