Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh kepala BKS Muhammadiyah, Saijan, M.S.I., Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Santo Mugi Prayitno, M.Pd. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi pedagogik para guru dalam menyusun modul ajar yang inovatif dan aplikatif dengan pendekatan deep learning. Modul ajar yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memuat materi pembelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa, mengasah keterampilan berpikir kritis, dan relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, muatan karakter menjadi elemen penting yang harus terintegrasi dalam setiap komponen modul ajar, mulai dari tujuan, aktivitas, hingga asesmen pembelajaran .

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai konsep deep learning dan implementasinya dalam pembelajaran, strategi penyusunan modul ajar yang efektif dan menarik, serta teknik pengintegrasian nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati ke dalam aktivitas pembelajaran . Para guru juga dibekali dengan keterampilan merancang modul yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal, tetapi memahami konsep secara mendalam dan mampu mengaitkannya dengan pengalaman nyata. Tidak ketinggalan, pemanfaatan media digital dan platform pembelajaran interaktif juga diperkenalkan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Baca Juga  Pemerintah Didesak untuk Rampungkan Kebijakan HPP Gabah di Tingkat Petani

Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan langsung dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Dengan dibekalinya para guru dengan keterampilan menyusun modul ajar deep learning yang bermuatan karakter, proses belajar mengajar akan menjadi lebih terarah, bermakna, dan kontekstual. Modul ajar yang inovatif dan adaptif ini akan membantu guru menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, aktif terlibat, serta memiliki karakter yang kuat. Kepala BKS Muhammadiyah Kota Yogyakarta Saijan, M.S.I. menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan pendampingan, sehingga guru-guru dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.