Surat untuk Negeri
Delapan puluh satu tahun
Yang katanya merdeka esengsaraan rakyat
Tambah melimpah ruah
Kehidupan sesak di lagu serak
Kandas di antara gemuruh
Badai korupsi tak terhenti
Pundi pundi negara sirna
Digerogoti para penguasa
Carut marut negeri ini
Tidak lebih anak negeri
Saling sikut, saling jegal
Ribut berebut kepemimpinan
Dendam tidak tertahan
Menjalar dijalan jalan
Meneriakan kehidupan timpang
Kehidupan tak nyaman
Para pemimpin omong sembarangan
Gampang mengarang
Akhirnya jadi bumerang
Dan rakyat pun jadi berang
Apa kabar negeriku
Semoga tidak jadi abu abu
10 Juli 2026, di senyapnya Tugu Yogyakarta
Halaman
1 2
