Hibah Belum Cair, PT MSP Support Pramuka Babel ke Jamnas 2026 Lewat Bantuan Rp100 Juta
Kabar tersebut disambut penuh haru oleh jajaran Kwarda dan anggota kontingen. Banyak anggota Pramuka yang meneteskan air mata sebagai ungkapan rasa syukur atas bantuan yang datang di tengah keterbatasan pendanaan. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pendidikan karakter generasi muda masih tumbuh di tengah masyarakat dan dunia usaha.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung, Kak Zaidan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dr. A.S. Kobalen, M.Phil, Komisaris PT Mitra Stania Prima, atas dukungan yang diberikan kepada Gerakan Pramuka Bangka Belitung. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kak Etty dan Kak Diah yang telah membantu menjembatani penyampaian proposal hingga memperoleh perhatian dari PT Mitra Stania Prima.
Menurut Kak Zaidan, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi seluruh anggota Pramuka Bangka Belitung untuk tetap mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti mengabdi. Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan dukungan dari masyarakat, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik serta membawa nama Bangka Belitung di Jambore Nasional XII 2026. Bantuan dari PT Mitra Stania Prima, serta dukungan Kak Etty dan Kak Diah dalam proses penyampaian proposal, menjadi bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi mampu menghadirkan harapan di tengah keterbatasan,” ujar Kak Zaidan.
Kemandirian yang ditunjukkan Kwarda Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung menjadi bukti bahwa organisasi ini tetap mampu berdiri kokoh meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Semangat para pengurus, pembina, pelatih, orang tua, dan peserta menjadi modal utama agar kontingen Bangka Belitung tetap hadir dalam perhelatan nasional tersebut.
Keikutsertaan pada Jambore Nasional XII Tahun 2026 bukan hanya tentang mengirimkan peserta, tetapi juga menjadi simbol bahwa Gerakan Pramuka Bangka Belitung tetap eksis, mandiri, dan berkomitmen dalam membina generasi muda. Di tengah belum terealisasinya dana hibah dan minimnya dukungan pendanaan pemerintah daerah, Kwarda Babel membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak dapat diukur semata oleh besarnya anggaran, melainkan oleh tekad untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Bangka Belitung di tingkat nasional.
