Kontras di Tanjung Kalian, Proyek Dermaga Rp60 Miliar Berjalan, Atap Ponton Rusak Sebulan Malah Dibiarkan
Kontras di Tanjung Kalian, Proyek Dermaga Rp60 Miliar Berjalan, Atap Ponton Rusak Sebulan Malah Dibiarkan
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Atap ponton sandar Kapal Cepat Bahari di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, masih terlihat ambruk akibat diterjang angin kencang pada 6 Juni 2026 lalu. Namun hingga satu bulan lebih lamanya, hingga kini belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan dari PT ASDP Indonesia Ferry.
Kondisi tersebut mulai memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Sebagai fasilitas pelayanan publik yang setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at digunakan penumpang kapal cepat, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai mengurangi kenyamanan pengguna jasa.
Saat ini, penumpang yang menunggu keberangkatan maupun baru turun dari kapal harus menghadapi terik matahari maupun hujan karena tidak lagi terlindungi oleh atap ponton yang sebelumnya menjadi tempat berteduh.

“Sudah lebih dari sebulan kondisinya seperti ini. Seharusnya fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Kalau terus dibiarkan, tentu kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jasa akan terganggu,” ungkap salah seorang pengguna jasa, Mansyur, Senin (13/7/2026) pagi.
Keluhan tersebut dinilai wajar mengingat kapal cepat Bahari tetap beroperasi setiap hari dan melakukan sandar secara rutin di dermaga tersebut. Setiap kali bersandar, operator kapal juga tetap membayar retribusi kepada ASDP sebagai pengelola pelabuhan.
Menanggapi hal itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, menjelaskan bahwa perbaikan tidak dapat langsung dilakukan karena harus melalui mekanisme administrasi perusahaan.
Menurutnya, proses dimulai dari evaluasi kerusakan, penyusunan kebutuhan biaya, hingga memperoleh persetujuan anggaran dari kantor pusat. Seluruh tahapan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan.
