Pemprov Babel Susun Pergub Rencana Kontingensi, Antisipasi Dampak El Nino 2026
Pemprov Babel Susun Pergub Rencana Kontingensi, Antisipasi Dampak El Nino 2026
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merancang Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Kontingensi sebagai langkah strategis agar Pemerintah daerah memiliki pedoman yang jelas melaksanakan koordinasi, pengambilan keputusan, mobilisasi sumber daya serta penanganan keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terpadu
“Dokumen rencana kontingensi tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan administrasi saja, karena harus menjadi pedoman operasional yang dapat diterapkan secara nyata saat terjadinya bencana,” kata Pj Sekda Fery Afrianto di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan Pemprov Babel memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dengan menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Kontingensi (Renkon) bencana banjir, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Penyusunan Pergub tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) lanjutan dan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) bencana sebagai menjadi tindak lanjut arahan Mendagri RI, M.Tito Karnavian kepada seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Oktober 2026.
“Rapat kerja ini merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penyusunan Pergub tentang rencana kontingensi bencana banjir, angin puting beliung, dan karhutla,” ujarnya.
Rapat kerja ini juga untuk mengintegrasikan seluruh kekuatan instansi dalam satu sistem komando yang solid karena penyusunan Pergub harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan mengacu pada data, analisis risiko, serta kondisi riil di Bangka Belitung.
Sebagai daerah kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan dan kondisi tersebut bisa semakin parah dengan fenomena El Nino yang terjadi secara berulang sehingga membutuhkan perencanaan matang untuk melindungi masyarakat.
