Krisis BBM di Bangka Belitung, beserta kawasan sekitarnya harus menjadi alarm bagi pemerintah bahwa sistem distribusi BBM perlu diperbaiki secara menyeluruh. Transparansi pasokan, pengawasan distribusi, serta koordinasi lintas lembaga harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat dibiarkan mencari jalan sendiri dengan membeli BBM eceran yang harganya mencekik.

Pemerintah harus segera memastikan tambahan pasokan, memperbaiki rantai distribusi, dan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan energi mereka tidak akan diabaikan.

Lebih jauh, pemerintah perlu menyadari bahwa krisis energi di daerah perbatasan seperti di Bangka Selatan dan Bangka Barat memiliki implikasi strategis. Wilayah ini adalah jalur utama transportasi lintas menghubungan pulau Sumatera dan Belitung.

Jika roda ekonomi di sini terganggu, maka dampaknya bisa meluas ke daerah lain. Karena itu, penanganan krisis BBM tidak boleh setengah hati. Ia harus dilakukan dengan langkah cepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Baca Juga  PW PII Babel Kritik Kelangkaan BBM, Kinerja Pertamina Dipertanyakan

Garin Sadewa selaku Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Babel menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk menjamin ketersediaan BBM. Jangan biarkan masyarakat terus menderita akibat kelangkaan yang seharusnya bisa diantisipasi.

Energi adalah darah bagi perekonomian. Jika alirannya tersumbat, maka kehidupan masyarakat pun akan terganggu. Pemerintah harus segera bertindak, sebelum krisis ini menjelma menjadi bencana sosial yang lebih besar.