Antrean Pertalite Mengular, DW Desak Pertamina dan Aparat Evaluasi Total Distribusi BBM Bangka Barat
Antrean Pertalite Mengular, DW Desak Pertamina dan Aparat Evaluasi Total Distribusi BBM Bangka Barat
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Deddi Wijaya (DW), mengkritik keras fenomena kelangkaan dan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Salah satunya terpantau di SPBU Kampung Jawa Mentok, di mana antrean kendaraan roda empat mengular hingga 500 meter ke jalan raya.
DW, sapaan akrabnya menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan lambannya respons dari pihak terkait. Krisis ini juga memicu lonjakan harga di tingkat pengerit resmi maupun eceran, yang berkontribusi pada tingginya angka inflasi di Bangka Barat.
“Masyarakat tidak butuh alasan yang berulang-ulang. Yang mereka butuhkan adalah BBM khususnya Pertalite tersedia saat dibutuhkan. Ketika warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengantre, berarti ada sistem distribusi yang perlu dievaluasi secara serius,” ujar Deddi di Mentok, Rabu (15/7/2026) pagi.
Anggota DPRD Bangka Belitung periode 2014-2019 tersebut menegaskan PT Pertamina Patra Niaga selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola energi tidak boleh bersikap reaktif atau baru bergerak setelah persoalan menjadi sorotan publik.
Pertamina dituntut memastikan kelancaran pasokan, terutama karena aktivitas warga Bangka Barat sangat bergantung pada sektor transportasi darat dan laut.
Selain menyoroti Pertamina, DW yang menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangka Barat ini juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat kepolisian setempat baru-baru ini sempat membongkar beberapa praktik penimbunan ribuan liter solar dan pertalite subsidi di wilayah Bangka Barat.

