“Inflasi yang terkendali merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kami mengapresiasi penyelenggaraan High Level Meeting ini sebagai wadah memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis stabilitas ekonomi di Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga memaparkan realisasi program strategis pengendalian inflasi yang dilaksanakan melalui formula 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Berdasarkan data Indikator Perkembangan Harga (IPH) dari Januari hingga minggu pertama Juli 2026, fluktuasi harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan relatif terkendali. Komoditas utama yang menjadi perhatian khusus karena paling sering memicu perubahan IPH meliputi cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.

Formula 4K merupakan pilar strategi utama yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengamankan daya beli masyarakat. Strategi komprehensif ini mencakup empat langkah terintegrasi, yaitu K1 (Keterjangkauan Harga) melalui pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan harga eceran tertinggi, K2 (Ketersediaan Pasokan) dengan menjaga cadangan stok distributor serta memperluas kerja sama pangan antar daerah, K3 (Kelancaran Distribusi) melalui pemeliharaan infrastruktur jalan dan optimalisasi pelabuhan pengumpan lokal guna kelancaran arus logistik, serta K4 (Komunikasi Efektif) yang diwujudkan melalui koordinasi rutin lintas sektoral, penyediaan data pangan harian, dan kampanye belanja bijak kepada masyarakat.

Melalui sinergi yang utuh dalam penerapan strategi 4K tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya meredam dampak rambatan ketidakpastian ekonomi global di tingkat lokal sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para bupati dan wali kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota, serta tamu undangan lainnya.

Melalui High Level Meeting ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antarpemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.