Rencana yang besar untuk kemajuan daerah, untuk mengangkat derajat warga, hanya menjadi impian jika penjaganya tidak berada di tempatnya.

Luka yang lebih dalam justru dirasakan oleh rasa keadilan. Setiap kursi yang kosong dibayar dengan uang rayat. Uang yang dikumpulkan dari keringat, dari pengorbanan warga yang patuh pada aturan. Ketika rakyat dipaksa untuk disiplin sementara pembuat aturan bebas melalaikan kewajiban. Maka, timbangan keadilan mulai miring. Rakyat membayar harga penuh untuk pelayanan yang setengah hati.

Retakan yang Tak Terdengar

Ketika kepercayaan mulai luntur, gedung yang seharusnya menjadi rumah harapan perlahan mulai berubah menjadi benteng yang dingin. Masyarakat tidak lagi menaruh harap, tapi kecurigaan. Demokrasi tidak mati karena serangan dari luar, ia perlahan lenyap karena abai dari dalam.

Mereka yang memegang jabatan karena alat kepuasan diri akhirnya meninggalkan kenangan pahit. Sebaliknya, mereka yang menjadikan jabatan sarana pengabdian, akan tetap hidup sepanjang zaman.

Mengembalikan Kesadaran

Sejarah berkali-kali mengajarkan kepada kita, bahwa Negara (Daerah) yang mengalami kemajuan bukanlah seberapa tinggi kursi yang diduduki, melainkan seberapa jauh kemakmuran yang dinikmati rakyatnya.

Kekuasaan memberikan kemampuan bertindak, namun pengabdianlah yang memberikan makna dan keabadian. Jabatan bukanlah hadiah atas keberhasilan pribadi. Ia adalah “beban” yang harus dipikul untuk kepentingan bersama.

Jika jabatan itu dicabut, apa yang tersisa dari seseorang? Jika jawabannya hanyalah nama dan ingatan masa lalu. Sesungguhnya ia tidak pernah memegang kekuasaan sejati. Kekuasaan yang hakiki adalah pengaruh yang lahir dari kepercayaan dan pengabdian, bukan rasa takut atau paksaan.

Kursi yang kosong bukanlah ruang yang tanpa isi. Ia merupakan cermin yang menampak seberapa jauh kita telah melupakan hakikat melayani. Jabatan adalah kontrak kesetiaan. Dan kesetiaan tidak diukur dari suara yang lantang saat kampaye, melainkan dari kehadiran yang teguh saat tugas memanggil. Wallahu A’lam.