Perjalanan menuju podium juara ini nyatanya tidak dilalui sendirian. Keberhasilan di lintasan air Kota Metro merupakan buah dari sinergi segitiga emas: kegigihan atlet, arahan taktis tim pelatih, serta doa dan dukungan tanpa henti dari orang tua yang setia mendampingi di tribun penonton.

Rasa haru sekaligus bangga terpancar dari wajah salah satu orang tua atlet yang hadir langsung memberikan dukungan fisik dan moral sepanjang kompetisi berlangsung.

“Melihat perjuangan mereka dari bangun subuh, latihan sepulang sekolah, sampai akhirnya bisa berdiri di podium itu rasanya campur aduk. Kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan doa dan dukungan terbaik,” ungkap Kurniawan, salah satu perwakilan orang tua atlet dengan mata berkaca-kaca.

Bagi manajemen Al Fatih Swimming Club, atmosfer kompetisi regional ini memberikan pelajaran yang jauh lebih mahal daripada sekadar angka di papan skor. Para atlet muda tidak hanya diuji secara teknik dan kecepatan, tetapi juga ditempa mental bertandingnya, belajar arti sportivitas, dan memupuk rasa percaya diri.

“Awalnya sempat tegang melihat lawan yang tinggi dan cepat. Tapi Coach selalu bilang untuk fokus pada limit waktu sendiri. Alhamdulillah, bisa menyumbang emas untuk klub,” tutur Fatih (12), salah satu atlet perenang yang sukses menyabet medali emas di nomor gaya bebas.

Kendati pulang dengan torehan prestasi yang gemilang, Al Fatih Swimming Club enggan larut dalam euforia. Raihan 21 medali ini justru dipandang sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh. Evaluasi akan tetap dilakukan karena masih banyak lintasan kompetisi lain yang harus ditaklukkan dan mimpi-mimpi lebih besar yang menanti di depan mata.