Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan tiga dekade Kudatuli yang digelar partainya.

Sekretaris DPD Repdem Bangka Belitung, Angga, mengatakan bahwa peringatan ini bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan menjadi momentum untuk mengingat pentingnya demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan persatuan bangsa.

“Peringatan 30 tahun Kudatuli adalah momentum untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Kita tidak hadir untuk membuka luka lama, tetapi untuk memastikan sejarah menjadi pelajaran agar demokrasi Indonesia terus tumbuh semakin dewasa,” ujar Angga.

Selain kegiatan teatrikal, kegiatan juga diisi dengan pernyataan sikap mengenai sejarah demokrasi Indonesia, pelepasan balon, doa bersama, serta pemberian bunga secara simbolis kepada masyarakat.