Dari Komentar TikTok Bupati ke Menara Nyata: Akses Internet Desa Nadung Resmi On

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Warga Desa Nadung kini tak lagi harus berjuang mencari titik sinyal telekomunikasi. Sejak Juni 2026, menara pemancar (tower) baru milik Telkomsel telah resmi beroperasi di wilayah tersebut, menjawab penantian panjang ribuan penduduk lokal yang selama ini terisolasi secara digital.

Langkah cepat Telkomsel dalam membangun infrastruktur di kawasan minim sinyal (weak signal) ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangka Selatan, Yuri Siswanto, S.ST., M.M., menyatakan bahwa hadirnya tower ini merupakan buah manis dari kolaborasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak penyedia layanan jaringan.

“Kami atas nama Pemkab Bangka Selatan mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Telkomsel. Mulai Juni ini, warga Desa Nadung sudah bisa merasakan layanan komunikasi yang lancar dan stabil,” tutur Yuri.

Sebelum menara pemancar ini berdiri, persoalan sinyal lemah menjadi makanan sehari-hari bagi warga dan pemerintah desa setempat. Daerah ini bahkan masuk dalam daftar prioritas utama Pemkab Bangka Selatan untuk penanganan krisis telekomunikasi.

Menariknya, dorongan percepatan pembangunan tower ini salah satunya dipicu oleh banyaknya aduan masyarakat yang masuk melalui akun media sosial TikTok milik Bupati Bangka Selatan. Aspirasi di kolom komentar tersebut langsung direspons cepat oleh pemerintah daerah dengan melakukan koordinasi intensif bersama Telkomsel.

“Keluhan sinyal ini langganan muncul di TikTok Pak Bupati. Berkat komunikasi yang terjalin baik dengan Telkomsel, aspirasi netizen dan masyarakat Desa Nadung akhirnya bisa terealisasi,” jelasnya.

Beroperasinya menara baru ini membawa dampak langsung bagi lebih dari 3.000 jiwa penduduk Desa Nadung. Pemkab Bangka Selatan optimistis bahwa konektivitas yang membaik ini akan menjadi katalisator bagi berbagai sektor penting di desa.

“Bukan sekadar bisa menelepon atau berkirim pesan, hadirnya jaringan ini kami harapkan mampu mendongkrak roda ekonomi warga, mendukung pembelajaran berbasis digital bagi pelajar, serta mempercepat respons layanan kesehatan,” tambah Yuri.

Mengakhiri keterangannya, Yuri mengimbau masyarakat Desa Nadung agar turut menjaga infrastruktur yang sudah dibangun demi keberlangsungan manfaat jangka panjang. Ia juga meminta warga untuk tak ragu melapor jika terjadi gangguan teknis di kemudian hari.

“Fasilitas ini milik bersama, mari kita rawat. Jika nantinya ada kendala jaringan, segera sampaikan kepada Person in Charge (PIC) dari pihak provider atau pihak berwenang agar dapat segera ditangani,” tutupnya.