Oleh: Sang Peramu Aksara

Tiba-tiba barang itu ada,
meski kau mengada-ada.
Tiada rencana untuk ada,
akhirnya? Sia-sia ia berada.

Mendadak rumah itu berdiri tegap,
walau tersusun dari gagap dan megap-megap.
Tanpa kauhitung
Rugi dan untung,
buktinya? Buntung.

Sekonyong-konyong,
proyek itu nyelonong.
Tak perlu banyak omong,
akhirnya? Kosong… melompong.

Tak dinyana,
kaudirikan lembaga
yang terlihat mulia bergaya cendekia.
Kaulabrak tatanan, kauinjak aturannya
dan ujungnya? Tak bermakna.