Tak jarang kauhardik dan sindir
pengkritik yang tercekik takdir.
Kauusiri seakan anyir,
nyatanya? Nyinyir….

Wahai Tuan Besar kami…
Kehidupan kita yang
berjuta-juta ini
tak cukup cukup dengan raungan imajinasi,
celotehan kacau halusinasi,
yang berakhir pada ilusi,
berbuah pedih dan luka frustrasi.

Pesanku…
Minumlah ramuan herbal kewarasan itu,
agar tak bebal perasaanmu.
Makanlah sajian ilmu bermutu,
jangan kaupertontonkan selalu kepandiranmu!
Dariku: Yang menyesali hadirmu.

Toboali, 1 Agustus 2026
Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K)