Menanggapi ditetapkannya harga baru tersebut, Ade Wartha bersama Dadang selaku perwakilan korlap menegaskan bahwa pembatalan rencana unjuk rasa murni terjadi karena seluruh tuntutan penambang telah terakomodasi melalui jalur musyawarah. Mereka menekankan bahwa keputusan untuk tidak turun ke jalan dibuat secara mandiri tanpa adanya tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk komitmen atas tercapainya solusi bersama.

Atas terselesaikannya masalah ini secara damai, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh korlap dan elemen masyarakat. Beliau memuji sikap dewasa para penambang yang lebih mengedepankan musyawarah, konsolidasi, serta dialog terbuka dalam menyampaikan aspirasi, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Belitung Timur tetap terjaga secara aman, tertib, dan kondusif.

Sumber: IG Polres Beltim