Temuan BRIN: Aktivitas Meja Goyang Timah di Beltim Berpotensi Risiko Kanker
“Bagi pelaku meja goyang, sebaiknya menggunakan alat pelindung diri seperti masker agar debu tidak terhirup dan kontaminasi tidak terbawa pulang ke rumah. Sementara masyarakat di sekitar lokasi sebaiknya tidak berada terlalu dekat ketika aktivitas meja goyang sedang berlangsung karena potensi paparan terutama berasal dari debu yang beterbangan,” pesannya.
Menurut Cecep, hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal nasional, jurnal internasional, serta book chapter yang diterbitkan Elsevier sehingga dapat menjadi rujukan ilmiah dalam penyusunan kebijakan.
Ia menambahkan, hasil kajian BRIN telah disampaikan kepada Pemkab Beltim sebagai bahan pertimbangan dalam upaya mitigasi risiko kesehatan masyarakat. Ke depan, BRIN dan Pemkab Beltim juga akan melanjutkan kolaborasi penelitian melalui Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) selama lima tahun dengan fokus pada isu kesehatan dan lingkungan.
“Kami telah menyerahkan hasil penelitian tahun 2025 kepada Bupati dan para pemangku kepentingan. Kerja sama BRIN dengan Pemkab Beltim juga tidak berhenti di tahun 2025 karena kami sudah memiliki Nota Kesepakatan Sinergi untuk lima tahun ke depan. Tahun ini kami kembali melakukan penelitian dengan penekanan pada aspek kesehatan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup agar kebijakan yang diambil memiliki dasar bukti ilmiah,” tutup Cecep.
Sumber: beltim.go.id

