Temuan BRIN: Aktivitas Meja Goyang Timah di Beltim Berpotensi Risiko Kanker

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Aktivitas pengolahan mineral menggunakan meja goyang di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat paparan debu yang mengandung material radioaktif alami. Temuan tersebut disampaikan tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menyerahkan Hasil Riset Kajian Dampak Radiasi Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (TENORM) dari Industri Timah terhadap Masyarakat dan Lingkungan Kabupaten Beltim kepada Pemkab Beltim di ruang kerja Bupati, Rabu (5/8/2026)

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN, Moh. Cecep Cepi Hikmat menjelaskan dampak paparan radiasi tidak muncul secara langsung, melainkan membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga dapat dirasakan.

“Efek radiasi ini bukan seperti efek yang langsung terasa. Dampaknya bersifat jangka panjang atau efek stokastik, sehingga baru dapat muncul 10 hingga 20 tahun kemudian. Paparan tersebut juga dapat meningkatkan potensi risiko kanker, meskipun sifatnya masih berupa risiko atau peluang, bukan kepastian,” jelas Cecep.

Penelitian tersebut dilakukan di tiga desa, yakni Desa Lenggang, Desa Selingsing, dan Desa Gantung. Selain mengukur tingkat paparan radiasi, BRIN juga mengkaji potensi dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan terhadap para pelaku aktivitas meja goyang maupun masyarakat di sekitarnya.