Dalam setiap pertemuan, partai politik menyampaikan berbagai pandangan dan masukan terkait pelaksanaan pemilu pada masa mendatang. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pentingnya penguatan pendidikan politik, peningkatan literasi digital, pengawasan terhadap penyebaran
informasi yang menyesatkan, serta penguatan koordinasi antarlembaga.

Partai politik juga mendorong Bawaslu untuk terus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kalangan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan dan komunitas lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Seluruh masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam menyusun berbagai program strategis pada masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan pelanggaran harus dilakukan sejak dini melalui penguatan koordinasi dan
peningkatan kapasitas seluruh pihak yang terlibat. Setiap masukan yang di terima akan menjadi bahan penting dalam menyusun langkah-langkah pengawasan yang lebih efektif dan terukur.

“Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini dapat terus diperkuat demi menghadirkan proses demokrasi yang semakin berkualitas,” katanya.

EM Osykar menambahkan bahwa kegiatan SERASI merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pengawasan, tetapi juga menyangkut penguatan kelembagaan, peningkatan SDM dan perluasan jaringan pengawasan partisipatif.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga ditentukan oleh peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, Bawaslu berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan demokrasi yang semakin matang dan berintegritas.

“Melalui kegiatan SERASI, Bawaslu Babel berharap komunikasi dan koordinasi dengan partai politik dapat terus terjalin dengan baik. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menyongsong pelaksanaan tahapan Pemilu 2029,” tutup Osykar.*