Ketiga, Retribusi Daerah. Dari target tahunan Rp41,1 sisa anggaran, sektor retribusi menyumbang Rp25,4 miliar atau terealisasi sebesar 56,35 persen. Terakhir adalah Pajak Daerah, sektor ini mencatatkan persentase terendah dengan capaian 42,54 persen, atau baru terealisasi sebesar Rp23,2 miliar dari target tahunan Rp54,6 miliar.

Ali menjelaskan, realisasi PAD secara nominal pada semester I tahun 2026 ini tumbuh sebesar Rp4,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Juni 2025, realisasi PAD Babar berada di angka Rp51,1 miliar (40,64 persen) dari target tahunan Rp125,8 miliar.

Sebagai informasi, target PAD pada APBD Induk 2025 awalnya dipatok Rp110 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp125,8 miliar pada APBD Perubahan, dan berakhir di angka Rp136 miliar pada akhir tahun. Capaian akhir PAD Babar tahun 2025 sendiri menyentuh Rp108 miliar, yang menjadi rekor tertinggi sejak kabupaten tersebut berdiri.

Melihat performa positif di paruh pertama tahun ini, pihak BP2RD memproyeksikan adanya penyesuaian target ke atas pada sisa tahun anggaran berjalan.

“Kemungkinan besar target PAD tahun 2026 sebesar Rp106,8 miliar ini akan ditingkatkan kembali dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) tahun 2026 mendatang,” pungkas Ali.