Kumenangkap rona kebimbangan
pada mereka yang terlibat kesenjangan;
sebagian berhenti di persimpangan,
separuhnya berjalan tanpa tujuan.

Kubertanya pada penguasa:
“Kapan kau berhenti melukainya?
Bisakah sisakan rasa nyaman?
Bilakah kauizinkan kami mencicipi kemerdekaan?”

Merdeka…!?
Merdeka…!?
Merdeka…!?
MEREKA…
MERDEKA.

Toboali, 9 Agustus 2026