Namun ternyata aku salah
Yang kucari ternyata adalah duri
Yang kupercaya adalah pisau
Yang kusinggahi adalah luka

Rumah yang kubangun atas nama cinta
Ternyata menjadi sumber segala perih
Setiap sudut menyimpan kecewa
Setiap kata melukai tanpa suara

Kini aku paham dengan getirnya
Bahwa luka yang paling dalam
Bukan dari orang asing di jalan
Tapi dari orang yang kita sebut rumah