DPRD Minta Pemprov Babel Tunda Rencana Pembangunan RS Jantung dan Stroke
“Harusnya minimal 26% dan dihitung dari jumlah balok timah yang ada, dan hasil eksport meski Pemprov Babel tidak punya akses untuk menghitungnya, selama ini Babel terima saja meski seharusnya kita duduk bersama untuk menghitungnya,” terang Edi.
Oleh karena itu, Edi berharap sementara ini Pemprov Bangka Belitung dapat mengoptimalkan rumah sakit yang ada saja dan memaksimalkan tenaga kesehatan serta SDM dulu sebelum berencana membangun RS jantung dan Stroke.
“Kita maksimalkan saja rumah sakit yang ada, karena jika sekarang terkesan memaksakan, apalagi dari dana pinjaman. Nanti jika fiskal dari pemerintah pusat sudah baik, barulah kita bangun karena ini terobosan yang bagus, kebutuhannya bukan untuk masyarakat Babel saja, di luar Babel juga bisa memanfaatkan rumah sakit ini,” ujarnya.
Menurut Edi jika RS Jantung dan Stroke bisa dibangun, Bangka Belitung juga bisa membuka flight atau penerbangan baru yang langsung menuju beberapa provinsi sehingga Babel bisa lebih dikenal dan lebih baik dari yang lainnya.
“Ke depan suatu saat kita pasti bisa lebih hebat dari negeri seberang karena jarang ada provinsi yang bisa membiayai pembangunan RS ini yang nantinya akan menjadi kebanggaan masyarakat Babel juga,” tutup Edi.*

