Pemkot Pangkalpinang dan Unsri Perkuat Kerja Sama, Dorong Riset hingga Pengembangan SDM
Pemkot Pangkalpinang dan Unsri Perkuat Kerja Sama, Dorong Riset hingga Pengembangan SDM
INDRALAYA, TIMELINES.ID — Pemerintah Kota Pangkal Pinang dan Universitas Sriwijaya memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan bersama yang berlaku selama lima tahun itu diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi menghasilkan program konkret yang mendukung pembangunan daerah.
Kesepakatan Bersama tersebut ditandatangani Wali Kota Pangkal Pinang Prof. H. Saparudin, Ph.D., dan Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Taufiq Marwa di Kampus Universitas Sriwijaya, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kerja sama berlaku sejak 13 Agustus 2026 hingga 13 Agustus 2031. Kesepakatan menjadi kelanjutan hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Pangkal Pinang dan Universitas Sriwijaya setelah kerja sama sebelumnya berakhir.
“Bagi Pemerintah Kota Pangkal Pinang, kerja sama dengan Universitas Sriwijaya ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi pintu untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih konkret. Kita ingin kapasitas akademik, riset, dan kepakaran yang dimiliki Unsri dapat ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pangkal Pinang,” kata Saparudin.
Tidak Berhenti pada Dokumen dan Seremoni
Kesepakatan tersebut memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Selain penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, kerja sama mencakup kegiatan ilmiah, penelitian, seminar, lokakarya, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pembangunan Kota Pangkal Pinang.
Pemerintah Kota Pangkal Pinang dan Unsri juga membuka peluang pelaksanaan Program Magang Berdampak bagi mahasiswa Unsri di perangkat daerah Pemerintah Kota Pangkal Pinang.
Ruang kerja sama lainnya mencakup konsultasi, penyusunan kajian dan analisis kebijakan, serta pemanfaatan fasilitas kelembagaan secara bersama.
Menurut Saparudin, kekuatan kerja sama tersebut justru terletak pada kemampuan kedua pihak menerjemahkan kesepakatan ke dalam program yang dibutuhkan masyarakat.
“Kita berharap kerja sama ini tidak berhenti pada dokumen dan seremoni saja. Setelah ini harus ada program yang benar-benar berjalan, baik dalam bentuk penelitian, kajian kebijakan, peningkatan kompetensi aparatur, pengabdian kepada masyarakat maupun kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman melalui program magang di lingkungan Pemerintah Kota Pangkal Pinang,” ujarnya.
Untuk memastikan kerja sama dapat dilaksanakan secara operasional, setiap kegiatan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perangkat daerah Pemerintah Kota Pangkal Pinang dengan unit kerja atau fakultas terkait di Universitas Sriwijaya.
Sejumlah perangkat daerah juga telah diarahkan untuk menyiapkan tindak lanjut. Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pangkal Pinang akan mengoordinasikan kebutuhan PKS dari perangkat daerah dan menjadi simpul komunikasi dengan pihak Unsri.
BKPSDMD Kota Pangkal Pinang dapat mengembangkan kerja sama peningkatan kapasitas aparatur melalui pendidikan, pelatihan, dan tugas belajar bersama program pascasarjana maupun fakultas terkait di Unsri.

