Sementara itu, Bapperida dapat menggandeng lembaga penelitian dan akademisi Unsri dalam penyusunan studi kelayakan, kajian akademis, serta riset yang mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Mahasiswa Didorong Berkontribusi

Selain agenda penandatanganan kerja sama, kunjungan Wali Kota Pangkal Pinang ke Universitas Sriwijaya juga dirangkaikan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP Unsri Tahun 2026.

Saparudin hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut dan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru di Halaman Gedung Serbaguna FKIP Unsri.

Dalam pembekalan itu, mahasiswa didorong untuk membangun karakter, integritas, ketahanan mental, dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan era digital dan perubahan global.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Kemampuan membangun jejaring dan berkontribusi kepada masyarakat dinilai sama pentingnya untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus tanggung jawab sosial.

“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Karena itu, hubungan antara pemerintah daerah dan kampus harus kita bangun dalam bentuk kolaborasi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi,” kata Saparudin.

Menjembatani Kampus dan Kebutuhan Daerah

Kerja sama selama lima tahun tersebut memberikan ruang bagi Pemerintah Kota Pangkal Pinang untuk memanfaatkan kapasitas akademik dan kepakaran Universitas Sriwijaya dalam menjawab kebutuhan pembangunan.

Di sisi lain, Unsri memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembelajaran, serta keterlibatan mahasiswa dalam persoalan pembangunan daerah.

Program Magang Berdampak menjadi salah satu bentuk konkret yang dapat mempertemukan kedua kepentingan tersebut. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pemerintahan, sedangkan perangkat daerah mendapatkan tambahan ruang untuk berinteraksi dengan generasi muda dan lingkungan akademik.

Namun, keberhasilan kerja sama akan sangat ditentukan oleh tahap implementasi setelah penandatanganan. Dokumen kesepakatan telah memberikan kerangka kerja, tetapi manfaat bagi masyarakat baru akan terlihat ketika kerangka tersebut diterjemahkan menjadi PKS dan program yang terukur.

Pemerintah Kota Pangkal Pinang mencatat bahwa kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan program operasional yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Kota Pangkal Pinang.

Dengan masa berlaku hingga 2031, Pemerintah Kota Pangkal Pinang dan Universitas Sriwijaya memiliki waktu yang cukup untuk membangun kolaborasi yang lebih substantif, dari kerja sama kelembagaan menuju pemanfaatan nyata ilmu pengetahuan dan sumber daya perguruan tinggi bagi pembangunan daerah.