Oleh: Sang Peramu Aksara

Merenungi episode terakhir…

yang kian hari tak layak hadir.

Tak jelas pola yang terukir:

kepala utuh, tapi tak berpikir!

Jalan kelam itu… sadar kau sulam,

seakan aku yang kau anggap hitam.

Nyatanya? Kau yang suram…

menyengaja… untuk tenggelam.

Sisakanlah setitik saja waras,

agar kastamu sedikit berkelas!

Menyelisihi kuasa Sang Maha Atas…

indah memikat, namun tak jelas.

Aku sadar: hanya figuran

yang kau paksa untuk berperan,

menjadi garda pagar terdepan…