Selain kendala akses, belum diketahui pasti alasan teknis mengapa fasilitas yang sudah selesai dibangun secara fisik ini belum kunjung difungsikan.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa proyek ini dipaksakan sebagai pengalihan anggaran menit-menit akhir agar target serapan APBD terpenuhi. Kondisi tersebut memicu kritik keras dari masyarakat setempat.

“Kami menyayangkan penempatan gedung yang jauh di tengah hutan. Kenapa ini bisa terjadi, bagaimana sistem perencanaannya. Kami berharap Disdikpora Kabupaten Bangka Barat segera memberikan kejelasan,” ujar Romadi, salah seorang warga sekitar, Rabu (26/8/2026) pagi.

“Kalau begini, anggaran negara ratusan juta rupiah terancam mubazir dan tidak memberikan manfaat langsung bagi para siswa. Karena ini sudah bulan Agustus 2026, sudah 8 bulan proyek itu tidak difungsikan. Sementara, listrik di gedung itu nyala terus siang dan malam,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Disdikpora Kabupaten Bangka Barat maupun kontraktor pelaksana untuk mengetahui bagaimana perencanaan penempatan lokasi dan penundaan pengoperasian gedung.

Timelines.id akan segera memperbarui informasi setelah mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.