Di tengah persoalan tersebut, masyarakat memiliki peran penting karena mereka merupakan pihak yang sehari-hari hidup dan beraktivitas di dalam kawasan. Pengalaman warga dalam menggunakan ruang dan melihat perubahan di sekitarnya dapat menjadi masukan penting agar penataan tidak hanya mempertimbangkan kondisi fisik, tetapi juga kebutuhan dan kehidupan masyarakat. Meski demikian, ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses perencanaan dan pengelolaan kawasan masih perlu diperkuat. Kebutuhan inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar dirancangnya pendampingan melalui kegiatan PMTJ UBB.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Jurusan (PMTJ), dosen dan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) merancang pendampingan masyarakat untuk merumuskan arahan penataan Kota Tua Mentok sebagai kawasan urban heritage. Pendampingan tersebut dirancang dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan kawasan.

Salah satu tahapan yang direncanakan adalah Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat. Forum ini akan menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mengenai kondisi kawasan, sekaligus mengidentifikasi potensi serta persoalan yang perlu diperhatikan. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai karakter kawasan dari sudut pandang masyarakat dan menjadi salah satu bahan dalam merumuskan arahan penataan yang tetap mempertimbangkan nilai sejarah serta kebutuhan warga.

Arahan penataan yang dirumuskan nantinya mencakup pembagian zonasi kawasan, konsep jalur heritage trail, serta rekomendasi pengelolaan yang melibatkan masyarakat. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi Kelurahan Tanjung dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan serta pengelolaan Kota Tua Mentok sesuai dengan kewenangannya.

Keberlanjutan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada tersusunnya arahan, tetapi juga pada bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peran dalam pengelolaannya. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena warga merupakan pihak yang akan terus hidup dan beraktivitas di dalam kawasan.

Menjaga Kota Tua Mentok bukan hanya tentang mempertahankan bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga memastikan kawasan tersebut tetap memiliki kehidupan dan identitas yang kuat di tengah perkembangan kota. Proses penataan diharapkan dapat membuat nilai sejarah kawasan berjalan beriringan dengan kebutuhan warga yang terus berkembang. Kota Tua Mentok pun tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap dapat hidup sebagai bagian dari masa depan kota.