Usai Jamnas 2026, Amsyar Kembali ke Almamater: Bedah Buku dan Tanamkan Semangat Literasi
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Ramanda dan Bunda Guru, serta ustaz dan ustazah, baik di SD STKIP Muhammadiyah maupun di MTs Bahrul Ulum. Tak lupa, rasa terima kasih yang mendalam juga saya haturkan atas dorongan, doa, dan dukungan tanpa henti dari orang tua serta keluarga besar saya. Berkat fondasi dari keluarga dan didikan para guru, saya terus bisa belajar dan berkarya hingga di titik ini,” ujar Amsyar.
Perjalanan pendidikan Amsyar memang tak lepas dari lingkungan sekolah yang membentuk karakternya. Masa sekolah dasarnya ditempuh dengan sistem full day school, dan kini di tahun ketiga di MTs Bahrul Ulum, ia menimba ilmu di lingkungan pesantren berasrama jauh dari orang tua, namun tetap kuat berkat dukungan dan bimbingan para pendidik.
“Hampir 60 hingga 70 persen waktu harian saya dari kecil hingga remaja dihabiskan di lingkungan sekolah. Meski jauh dari rumah, restu dan dukungan keluarga selalu menjadi penguat utama saya. Di sisi lain, Ramanda, Bunda Guru, ustaz, dan ustazah di sekolah dan pesantren bukan hanya mengajar materi pelajaran, tetapi betul-betul menjadi orang tua kedua yang membimbing serta membentuk kepribadian saya,” tambahnya.
Kunjungan singkat namun berkesan itu ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama para murid. Aksi nyata Amsyar sebagai Ketua OSIM, anggota Pramuka aktif, penulis, serta pemegang dua gelar prestisius literasi membuktikan bahwa kesibukan sebagai santri tidak membatasi semangat untuk terus berkarya dan kembali berbakti kepada almamater dan masyarakat.

