Oleh: D’ Utama — Pemerhati Lingkungan dan Kemasyarakatan Bangka Belitung

Pagi cerah setelah menikmati sejuknya udara subuh Tanjung Pandan, titik akhir jogging mengarah ke Pasar Tradisional Tanjung Pandan.

Jika Pasar Tradisional Tanjung Pandan diasumsikan sebagai indikator ekonomi Belitung, muncul pertanyaan: apakah daya beli warga Belitung berangsur pulih? Parkiran kendaraan tidak sepadat dahulu, lapak yang penuh penjual masih belum terlihat, dan tentunya dengung suara riuh yang memenuhi ruang pasar tidak seramai dulu. Antrean truk angkutan pelabuhan pun masih mengular dengan bak kosong.

Pasar dalam pengertian pemasaran menurut Philip Kotler adalah “orang-orang ataupun organisasi yang mempunyai kebutuhan akan produk yang kita pasarkan dan mereka itu memiliki daya beli yang cukup guna memenuhi kebutuhan.” Jelas bahwa pasar terbentuk dari daya beli sebagai aktivitas utama pembentuk pasar. Pasar adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Kita mulai dari pasar tradisional sebab interaksi terbesar rakyat ada di sana. Rakyat dengan persentase kemampuan ekonomi menengah ke bawah yang berkisar sekitar 70 persen semuanya berinteraksi di pasar tradisional.

Menarik untuk ditelisik, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belitung pada tahun 2024 melambat drastis dari tahun-tahun sebelumnya menjadi sebesar 1,6 persen, namun masih yang ketiga tertinggi di Bangka Belitung. Kemudian, ekonomi Kabupaten Belitung bangkit secara signifikan sepanjang tahun 2025 dengan laju pertumbuhan ekonomi mencapai 4,06 persen menjadikannya angka pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sektor penopang utamanya pada tahun 2025 menurut Katadata Databoks adalah bidang pertambangan dan penggalian yang melesat hingga 12,2 persen.

Berdasarkan tinjauan sektoral Badan Pusat Statistik (BPS), motor penggerak ekonomi Belitung selama tahun 2026 ditopang oleh beberapa lini:

Lini pariwisata dan kuliner: Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum melesat sangat tinggi hingga 33,29%. Maraknya bisnis kedai kopi, warung makan, serta meningkatnya kunjungan wisata ke destinasi pantai Belitung menjadi penyumbang utama perputaran uang tunai daerah.

Konsumsi rumah tangga dan daya beli: Stabilitas harga komoditas lokal yang terjaga dengan inflasi tahunan terkelola ikut mengamankan tingkat konsumsi masyarakat.

Stimulus sektor jasa dan belanja pemerintah: Realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah (seperti persiapan awal program gizi) turut mendongkrak aktivitas ekonomi di pasar-pasar lokal.