Terdapat indikator yang berbeda antara kondisi pasar di lapangan dengan perhitungan inflasi secara statistik. Inflasi di Belitung, meskipun terdapat kenaikan bulanan, angka tahunannya (1,81%) sejauh ini merupakan yang terendah di antara titik pantauan inflasi lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini menandakan daya beli masyarakat lokal relatif terjaga dengan sangat baik.

Jadi, menurut data statistik dari angka inflasi, daya beli masyarakat lokal Belitung relatif terjaga sangat baik. Sementara itu, kondisi nyata di pasar menggambarkan daya beli masyarakat Belitung justru melemah. Terdapat kondisi yang bertolak belakang antara sisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi dengan kondisi nyata di pasar.

Secara data, ternyata sektor pertambangan masih menjadi faktor penentu dari pertumbuhan ekonomi di Belitung. Dalam media berita online timelines.id (20/09/2026), Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mendorong percepatan proses Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar aktivitas pertambangan rakyat dapat berjalan secara legal, tertata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal ini menegaskan bahwa harus ada evaluasi (review) kembali atas arah sektor pembangunan di Belitung dan Provinsi Bangka Belitung pada umumnya. Sektor pariwisata yang telah menjadi penyumbang pertumbuhan harus dipertahankan, tanpa mengkerdilkan sektor pertambangan yang telah berlangsung berabad-abad.

Untuk dampak lingkungan, kuncinya adalah penambang berkomitmen dan konsisten melaksanakan pengelolaan lingkungan serta reklamasi. Penambang perlu mengelola air limpasan melalui kolam pengendapan (settling pond) agar air buangan tidak mencemari sungai atau laut, serta melakukan reklamasi dan revegetasi lahan bekas tambang secara berkala setelah kegiatan penambangan selesai.

Selanjutnya, buat program yang terukur terhadap area bekas tambang untuk kepentingan sektor lainnya, seperti sektor pariwisata, perikanan, perkebunan, dan sektor lain yang relevan. Hal terpenting adalah pemerintah melakukan pembangunan berorientasi pada skala kawasan sesuai potensi masing-masing, serta kembali membangun sektor kelautan dan maritim yang menyimpan potensi sangat besar sehingga dapat membuka lapangan kerja baru.

Bukan rahasia umum, sejak istilah pembangunan pascatambang di Bangka Belitung dikumandangkan oleh tokoh dan pemerintah Bangka Belitung, yang terjadi justru sebaliknya: kegiatan pertambangan secara masif dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penambang dan masyarakat, yang sampai saat ini telah mengakibatkan kerugian negara dalam jumlah fantastis.

Kita semua harus mengakui rencana manusia tidaklah sempurna. Oleh karena itu, tidak salah dan belum terlambat jika Bangka Belitung menata kembali arah dan orientasi pembangunannya. Sebab, tanpa arah dan orientasi pembangunan yang benar, Bangka Belitung tidak bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya secara merata dan rakyat akan tertekan secara finansial sehingga daya beli masyarakat melemah.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat ini telah bersinergi untuk mereorientasi sektor pembangunan, baik secara regulasi maupun program dengan langkah nyata dan terukur. Masyarakat mengharapkan ekonomi Bangka Belitung, khususnya Belitung, dapat melaju naik dan tumbuh dengan cepat sehingga pasar tradisional kembali riuh oleh tingginya daya beli masyarakat.