Kelas Baru SMPN 6 Simpangteritip di Tengah Hutan: Anggaran Nyaris Setengah Miliar, Tapi Belum Ada WC
Di sisi lain, jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat belum memberikan jawaban mendalam terkait alasan teknis pembangunan proyek ini.
Plt Kepala Disdikpora Bangka Barat, Marihot Simanjuntak, mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi langsung ke bidang terkait.
“Besok dikonfirmasi dengan bidangnya, agar didukung by data,” ujar Marihot, Rabu (26/8/2026) malam.
Namun, saat dihubungi pada Jumat (28/8/2026) sore, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Bangka Barat, Simen Siloy, justru mengarahkan balik agar media berkoordinasi dengan Sekretaris Disdikpora, Teni Wahyuni, serta Kepala Sekolah.
“Beliau (Sekdin) tahu prosesnya dari awal kenapa dibangun di situ,” kata Simen.
Sebelumnya, proyek pembangunan dua ruang kelas ini dikerjakan oleh CV Lajaya Putra dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender sejak 17 Oktober 2025.
Lokasi bangunan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kompleks utama SMPN 6 Simpang Teritip di Desa Bukit Terak. Jarak yang jauh dan akses di dalam hutan diduga demi mengejar target serapan APBD agar tidak menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

