Kelas Baru SMPN 6 Simpangteritip di Tengah Hutan: Anggaran Nyaris Setengah Miliar, Tapi Belum Ada WC

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Gedung ruang kelas baru milik SMP Negeri 6 Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat, hingga kini belum dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Bangunan senilai Rp467.758.000 dari APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai janggal karena berdiri di kawasan hutan.

Kepala SMPN 6 Simpangteritip, Bahran, mengonfirmasi bahwa gedung dua lokal kelas tersebut memang belum digunakan. Menurutnya, pihak sekolah masih menunggu kelengkapan fasilitas penunjang sebelum melakukan relokasi, terlebih status sekolah saat ini masih menumpang di fasilitas lain.

“Kami baru bisa pindah kalau semuanya sudah lengkap agar tidak menumpang lagi. Posisi kami saat ini masih meminjam dan menumpang di SD PGRI. Murid kami ada 260 orang dan membutuhkan 8 ruang kelas. Sementara di gedung baru sekarang belum ada WC, mebel, jadi belum layak untuk pindah ke sana,” ujar Bahran saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/8/2026) sore.

Bahran yang baru dilantik pada April 2026 lalu menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan pada masa sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah. Berdasarkan informasi dari Plt Kepala Sekolah sebelumnya, pemilihan lokasi di tengah hutan tersebut dikarenakan faktor ketersediaan lahan.

“Saya baru lima bulan menjabat. Kalau masalah awal mula gedung itu, saya kurang tahu persis. Cuma menurut Plt Kepala Sekolah sebelum saya, lahan di sana merupakan hibah dari masyarakat dan itu satu-satunya lahan yang bisa digunakan. Saat ini di dekat gedung juga sudah ada Kopdes Merah Putih,” tambah Bahran.

Untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, pihak sekolah mengaku sedang berupaya melobi pemerintah pusat agar bersedia membangun unit gedung tambahan di lokasi baru tersebut. Jika fasilitas terintegrasi, operasional sekolah akan jauh lebih efisien.

“Kami sedang berusaha menggedor pemerintah pusat agar bisa membangun SMP baru di lahan tersebut. Kalau belum selesai semua, banyak pertimbangan bagi kami untuk pindah. Gurunya sedikit, kasihan kalau harus bolak-balik. Saya sudah bertanya ke Dinas Pendidikan, kata mereka kelengkapan fasilitas sedang diusahakan saat ini,” jelasnya.