“Penyetopan itu dilakukan oleh oknum internal di sana. Seharusnya hal-hal demikian tidak terjadi. Kalau ada kekurangan internal, apalagi tidak ada bukti korban pingsan atau makanan kotor, itu harus dibuktikan dulu, jangan tiba-tiba disetop,” ujar Ramli saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, penghentian operasional dalam waktu lama sangat merugikan para pekerja dapur dan para penerima manfaat, khususnya pelajar serta ibu hamil di Bangka Barat. Ramli meminta agar evaluasi internal tidak mengorbankan kepentingan publik yang lebih besar.

Sebagai solusi, Ramli mendesak manajemen pusat untuk memangkas masa suspend menjadi maksimal satu hingga dua hari saja agar program MBG bisa segera berjalan kembali. Evaluasi dan perbaikan manajemen disarankan tetap dilakukan tanpa harus menghentikan pelayanan gizi kepada masyarakat.

“Jangan karena urusan internal kita saling menjatuhkan yang akhirnya merugikan program Presiden. Sambil berjalan, sambil diperbaiki. Masalah ini harus diselesaikan secara bijaksana dan segera,” tegas Ramli.

Saat ini, pihak kantor pusat dilaporkan tengah melakukan penertiban dan pembersihan internal di SPPG Sekar Biru 2 untuk menyelesaikan polemik tersebut.