Setahun Menjabat, Saparudin Paparkan Strategi Bangun Pangkalpinang di Tengah Minimnya Dana Transfer Pusat
Saparudin menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Pangkalpinang.
Ia menyebut pembangunan SMP Negeri 11 tengah dilakukan setelah pemerintah kota mengumpulkan anggaran pembangunan. Sementara pembangunan SMP Negeri 12 direncanakan dilakukan pada tahun berikutnya.
Selain pembangunan sekolah baru, Pemkot Pangkalpinang juga melakukan revitalisasi sejumlah fasilitas pendidikan. Hampir 20 satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, disebut mendapatkan program perbaikan.
“Jadi semua yang dari masyarakat yang dibayar masyarakat itu kita kembalikan lagi ke masyarakat untuk dibangun fasilitas, terutama pemenuhan fasilitas pendidikan,” tuturnya.
Pemkot juga tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang belum bersekolah. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan program agar seluruh anak di Pangkalpinang dapat memperoleh akses pendidikan.
“Jangan sampai nanti ada anak-anak kita yang enggak sekolah. Nah, ini kami lagi data anak-anak yang enggak sekolah kita data semua,” ucapnya.
Selain pendidikan, Saparudin menyebut sektor kesehatan menjadi prioritas pemerintahannya.
Pemkot Pangkalpinang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan, termasuk peserta yang memiliki tunggakan dan tidak mampu membayarnya.
Ia meminta RT, RW, lurah dan camat turut menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
“Kalau ada yang sakit, ayo ke Puskesmas. Terus, kalau BPJS nya mati bisa diurus,” katanya.
Saparudin juga menyampaikan rencana penguatan layanan kesehatan melalui Unit Geriatri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia.

