Setahun Menjabat, Saparudin Paparkan Strategi Bangun Pangkalpinang di Tengah Minimnya Dana Transfer Pusat

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin memaparkan sejumlah strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam membangun daerah di tengah terbatasnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Saparudin saat menghadiri kegiatan Sapa Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama masyarakat Kecamatan Taman Sari di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).

Saparudin mengatakan, pada 15 Oktober 2026 dirinya bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna akan genap satu tahun memimpin Kota Pangkalpinang.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya RT dan RW, apabila selama hampir setahun kepemimpinannya belum banyak kesempatan untuk bertemu dan berkomunikasi secara langsung.

“Sebetulnya kita begitu kami sama Ibu Desy jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kita dihadapkan satu persoalan bahwa kita tidak ada lagi transfer dana untuk pembangunan dari pemerintah pusat,” kata Saparudin.

Menurutnya, pada 2026 terdapat sekitar Rp193 miliar dana pembangunan yang sebelumnya dapat digunakan untuk berbagai program pembangunan. Namun, akibat kebijakan efisiensi, dana transfer pusat saat ini lebih banyak digunakan untuk membiayai gaji pegawai dan kebutuhan operasional pemerintahan.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Pangkalpinang harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak dan retribusi.

“Jadi kita berusahalah bagaimana pajak dan retribusi ini harus kita naikkan. Tapi di sisi lain, kita jangan memberatkan rakyat,” ujarnya.

Saparudin mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong masyarakat memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan yang masih menunggak.

Menurutnya, penerimaan dari masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.

“Insyaallah apa yang diberikan oleh masyarakat, dititipkan kepada pemerintah daerah ini akan kami kembalikan kepada masyarakat kembali,” katanya.