Menurut Woro, inovasi tersebut bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Hal terpenting adalah bagaimana inovasi memberikan manfaat bagi tata kelola pemerintahan dan masyarakat.

Salah satu yang telah diterapkan adalah digitalisasi arsip kepegawaian. Berkas-berkas kepegawaian dialihmediakan menjadi arsip elektronik dan ditempatkan dalam sistem terpusat.

“Untuk file atau berkas kepegawaian, sudah kita alihmediakan semua. Jadi arsip kepegawaiannya terpusat satu pintu. Tidak lagi masing-masing pegawai disibukkan mencari berkas lama karena sudah bisa dicari melalui arsip elektronik kepegawaian,” jelasnya.

Prestasi Nasional, Namun Tetap Memilih Mengabdi di Kabupaten Beltim

Prestasi Woro di bidang kearsipan ternyata tidak hanya mendapat perhatian di tingkat daerah. Setelah berbagai pencapaiannya, istri dari Mahar Pramudiya ini sempat mendapat tawaran untuk berpindah ke sejumlah instansi pemerintah pusat.

Pada 2025, terdapat persetujuan pindah dari tiga kementerian, yakni Kementerian Kehutanan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Dalam Negeri. Pada 2026, kesempatan serupa datang dari Sekretariat Jenderal DPR RI. Bahkan tawaran pun juga datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Namun, berbagai peluang tersebut tidak membuat Woro lantas ingin meninggalkan Kabupaten Beltim. Ia memilih tetap berada di daerah dan melanjutkan pengabdian melalui bidang yang selama ini ditekuninya.

Saat ini, ia juga masih melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa capaian nasional tidak selalu harus berujung pada perpindahan ke pusat. Dari daerah pun, seorang ASN dapat menghasilkan inovasi yang mendapat pengakuan secara nasional.

Bagi warga Desa Selinsing Kecamatan Gantung ini, profesi arsiparis memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar menyimpan dokumen. Arsip, menurutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan perjalanan sebuah daerah. Sejarah tidak semestinya hanya bergantung pada cerita yang diwariskan secara lisan, tetapi harus dapat dibuktikan melalui data dan arsip yang terkelola dengan baik.

Karena itu, penghargaan KPLB yang diterimanya diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Woro ingin capaian tersebut menjadi motivasi bagi ASN lainnya di Kabupaten Beltim untuk terus belajar, berinovasi dan menghasilkan karya dari bidang tugas masing-masing.

“Terima kasih kepada Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten dan Wakil Bupati Khairil Anwar yang telah memberikan penghargaan KPLB kepada saya. Semoga prestasi ini bukan hanya untuk saya mudah-mudahan bisa memotivasi ASN Belitung Timur lainnya untuk berani berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah sesuai bidangnya,” ucapnya.