Ukir Sejarah, ASN asal Beltim Jadi Satu-Satunya Arsiparis di Indonesia Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Ukir Sejarah, ASN asal Beltim Jadi Satu-Satunya Arsiparis di Indonesia Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa
BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Kenaikan pangkat biasanya menjadi proses panjang dan melelahkan bagi seorang aparatur sipil negara (ASN). Namun, bagi Woro Hapsari Candra Dewi perjalanan dari pangkat Pembina (IV/a) menuju Pembina Tingkat I (IV/b) mampu ditempuhnya hanya dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Arsiparis Ahli Madya pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) itu berhasil memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa Baiknya (KPLB) setelah melalui proses penilaian dan seleksi ketat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pangkat IV/a baru diperolehnya pada 2025. Setahun kemudian, Persetujuan Teknis (Pertek) dan Surat Keputusan KPLB ia peroleh dan resmi berlaku mulai 1 September 2026.
Bagi wanita kelahiran Surakarta, 1982 ini capaian tersebut bukan sebuah kebetulan. KPLB diraihnya melalui kerja keras dan dua aspek utama, yakni prestasi dan inovasi yang telah dibangun selama menjalankan tugas sebagai arsiparis.
“Kalau dari saya, kriterianya memang dari jalur prestasi dan dari jalur inovasi. Prestasi itu karena sebelumnya saya mendapat penghargaan sebagai Arsiparis Teladan Nasional. Kemudian inovasi-inovasi kearsipan yang sudah berjalan dan memberikan dampak juga saya angkat dalam proses KPLB ini,” ungkap Woro saat ditemui Diskominfo SP, di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Beltim, Kamis (3/9/26).
Proses memperoleh KPLB tersebut tidak berlangsung mudah. Pengusulan dilakukan melalui tahapan administrasi dan penilaian yang berlangsung hampir satu tahun. Capaian prestasi dan inovasi menjadi bagian penting dalam penilaian hingga akhirnya Woro dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk memperoleh kenaikan pangkat luar biasa.
Yang membuat pencapaian PNS yang mengabdi sejak 2009 ini semakin istimewa, lantaran ia tercatat sebagai satu-satunya arsiparis di Indonesia yang memperoleh KPLB. Ia juga menjadi ASN ketiga di Kabupaten Beltim yang berhasil meraih kenaikan pangkat tersebut.
Lahirkannya Inovasi dari Arsip
Jauh sebelum KPLB diraih, Woro telah menekuni berbagai inovasi di bidang kearsipan. Inovasi tersebut lahir dari persoalan yang ditemuinya dalam pekerjaan sehari-hari dan kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola arsip pemerintahan.
Saat bertugas di bidang pemanfaatan layanan, Woro melahirkan Layanan Daring Arsip. Ketika menangani pembinaan dan pengawasan kearsipan, ia mengembangkan Larsita untuk memperkuat proses penilaian pengawasan kearsipan.
Setelah beralih menjadi arsiparis pada 2021, inovasi yang dikembangkan terus berlanjut. Di antaranya Arjuna, yang berkaitan dengan restorasi arsip keluarga dan arsip akibat bencana, serta Batu Pulas, berupa pendampingan pemberkasan arsip.
Ibu tiga anak ini juga mengembangkan pendampingan melalui in-house training Srikandi, yang masih berjalan hingga kini untuk membantu unit kerja memperbaiki pengelolaan arsip.

