Menanggapi sorotan mengenai lokasi gedung baru yang berada di kawasan hutan terpencil, Abimanyu memastikan status lahan tersebut clean and clear.

Lahan didapat dari hibah masyarakat berdasarkan hasil musyawarah bersama pemerintah desa setempat. Saat ini, pengawasan bangunan, pengisian daya listrik, dan perawatan fisik gedung masih menjadi tanggung jawab Disdikpora Bangka Barat.

“Secara administrasi, hibahnya sudah jelas, saya sudah pastikan ke dinas pendidikan. Mudah-mudahan tahun 2027 SMPN 6 Simpangteritip sudah bisa pindah total karena fasilitas seperti ruang baru, mebel, dan toilet insyaallah sudah siap,” tambah mantan Kepala Bakuda Bangka Barat tersebut.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Simpangteritip, Bahran, membenarkan bahwa pihak sekolah memilih bertahan di gedung lama demi kelayakan kegiatan belajar. Sekolah tersebut memiliki 260 siswa yang membutuhkan setidaknya 8 ruang kelas.

“Kami baru bisa pindah kalau semuanya sudah lengkap. Di gedung baru sekarang belum ada toilet dan mebel, jadi belum layak. Kami tidak bisa memindahkan siswa jika fasilitas mendasar belum terpenuhi,” kata Bahran.

Bahran, yang baru menjabat sejak April 2026, menambahkan bahwa pihak sekolah saat ini juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengajukan bantuan pembangunan unit gedung tambahan di lokasi baru agar operasional sekolah ke depan menjadi lebih efisien.