Ia hanya bisa mengangguk pada takdir yang digariskan
Memungut sisa – sisa jalan yang dipaksakan
Menelan pasrah pada tiap detik waktu yang melaju
Dan mengubur mimpinya demi meniru jejak yang terdahulu

Menjadi yang terakhir bukanlah sebuah anugerah
Melainkan pelabuhan bagi jiwa yang lelah
Sebuah realita bahwa ia tak pernah benar – benar memilih
Hanya dipaksa kuat di balik luka yang berdarah lirih