Gedung Geriatri Diresmikan, Prof Udin Ingin Lansia Pangkalpinang Lebih Nyaman dan Panjang Umur
Prof. Udin bahkan membayangkan adanya kendaraan khusus yang dapat mendatangi lansia di rumah.
“Kalau ada lansia sakit, telepon Pak Tamrin, sakit langsung datang pakai mobil menemui para lansia, mengobatinya. Kalau memang perlu dibawa ke rumah sakit, bawa ke unit gawat darurat,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat tidak menunggu sampai penyakit menjadi berat untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan rutin, kata dia, penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin.
Prof. Udin juga menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Pemkot Pangkalpinang, kata dia, terus mendorong pelayanan kesehatan yang adil tanpa membedakan kemampuan ekonomi warga.
“Kita berharap layanan-layanan kesehatan di Kota Pangkalpinang ke depannya menjadi lebih baik kepada seluruh masyarakat dengan keadilan, tidak pandang bulu. Masyarakat yang berpenghasilan rendah, sedang, tinggi, kita semua sama,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat mengenai program layanan kesehatan Kota Pangkalpinang yang memungkinkan warga mendapatkan pelayanan berobat dengan menggunakan KTP.
Pemkot juga menyiapkan anggaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk warga kurang mampu yang kesulitan membayar iuran BPJS.
“Pemerintah kota menyiapkan anggaran yang cukup untuk melayani masyarakat yang memerlukan,” katanya.
Keberadaan Gedung Geriatri mendapat sambutan positif dari kalangan lansia. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya digunakan ketika sakit, tetapi menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, tetap aktif dan mempertahankan kemandirian.
“Kami mewakili para lansia berharap dengan adanya gedung Geriatri ini bukan hanya tempat berobat saja, tetapi jadi tempat kami tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif bersama keluarga kami,” ujar perwakilan lansia.
Peresmian Gedung Geriatri menjadi salah satu penanda Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269. Bagi Prof. Udin, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur.
Kualitas pendidikan, kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dari wajah Pangkalpinang ke depan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 250 ribu jiwa, ia ingin Pangkalpinang tumbuh sebagai kota yang nyaman, bersih, tertata serta mampu memberikan pelayanan publik yang mudah dijangkau.
“Kita ingin wujudkan menjadi kota yang nyaman, kota yang bersih, tertata rapi. Warga masyarakatnya nyaman, pendidikannya nyaman, kesehatannya nyaman, warga bisa dilayani dengan baik,” ucapnya.
Prof. Udin turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Pangkalpinang yang telah menyetujui anggaran pembangunan Gedung Geriatri, serta Forkopimda, perangkat daerah dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Kini, tantangannya adalah memastikan gedung itu benar-benar hidup dan dimanfaatkan. Bukan hanya ketika lansia datang dalam kondisi sakit, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan yang mendorong mereka tetap sehat, aktif, mandiri dan produktif.
“Pemerintah Kota Pangkalpinang akan berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakatnya,” pungkas Prof. Udin.

