Menurutnya, keberadaan temuan di Aik Sibut memberikan gambaran bahwa kawasan Desa Gudang memiliki potensi arkeologis yang lebih luas. Bukit Batu Kepale tidak dapat dipandang sebagai satu-satunya titik keberadaan jejak manusia masa lalu, melainkan menjadi bagian dari sebuah kawasan yang kemungkinan memiliki hubungan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

“Dugaan kami, Bangka ini sebagai penghubung Sumatra Selatan dengan daerah lainnya,” lanjutnya.

Salah satu bukti yang ditemukan dalam penelusuran di Aik Sibut adalah gerabah. Fragmen gerabah merupakan salah satu tinggalan arkeologis yang penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas manusia pada masa lalu, termasuk kemungkinan adanya aktivitas bermukim, mengolah makanan, menyimpan bahan makanan, maupun kegiatan sehari-hari lainnya.

Selain gerabah, tim juga menemukan sejumlah tinggalan lain di sekitar kawasan Aik Sibut. Temuan-temuan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan usia, fungsi, serta keterkaitannya dengan kehidupan manusia pada masa lalu.

Penemuan tersebut sekaligus memperkuat dugaan bahwa kawasan sekitar Bukit Batu Kepale dan Aik Sibut pernah menjadi ruang aktivitas manusia pada masa lampau, bahkan tidak menutup kemungkinan hingga kawasan Bukit Permisan.

Sebelumnya, Bukit Batu Kepale juga telah menjadi perhatian karena terdapat goresan atau gambar cadas yang menjadi bagian penting dari jejak aktivitas manusia masa lalu di kawasan tersebut.

Dengan adanya temuan baru di Aik Sibut, kawasan Desa Gudang berpotensi menjadi sebuah hamparan situs atau kawasan arkeologis yang menyimpan cerita panjang tentang hubungan manusia dengan lingkungan alam di masa lalu.