Koba Tertinggi Kasus Kekerasan Perempuan, Bupati Algafry Ajak Tokoh Agama Bergerak
Koba Tertinggi Kasus Kekerasan Perempuan, Bupati Algafry Ajak Tokoh Agama Bergerak
BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menegaskan komitmennya untuk menekan angka pernikahan dini dan menyoroti pentingnya perlindungan psikologis bagi perempuan dan anak. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, saat membuka kegiatan Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini Terhadap Psikologis Perempuan dalam Rumah Tangga di Kantor Kecamatan Koba, Selasa (08/09/2026) pagi.
Kegiatan sosialisasi tersebut diprakarsai oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak pernikahan dini.
Acara yang bertujuan untuk menciptakan generasi emas dan keluarga yang harmonis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Muhammad Anas Maruf, Kepala Dinas DPPKBPPPA Kabupaten Bangka Tengah, Wiwik Susanti, Camat Koba, Ema Febriyarti, narasumber selaku Psikolog, Chitra Fraghini, M.Psi., serta para peserta sosialisasi yang terdiri dari unsur KUA Koba, Puskesmas Koba, Kepala Sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA se-Kecamatan Koba, PKK Kecamatan Koba, Kepala Desa/Kelurahan, forum PKDRT, organisasi perempuan, hingga perwakilan BKMT kecamatan.
Dalam sambutannya, Algafry menyoroti tingginya angka kasus kekerasan di wilayahnya. Berdasarkan data yang dihimpun pada September 2026, tercatat ada 20 kasus kekerasan terhadap perempuan di 6 kecamatan se-Bangka Tengah, di mana Kecamatan Koba menduduki posisi tertinggi dengan 12 kasus, disusul Pangkalan Baru (6 kasus), serta Simpang Katis (2 kasus). Dari total jenis kasus di Koba, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi sebanyak 11 kasus (55%), diikuti kekerasan seksual (5%), penganiayaan (15%), dan kekerasan psikis mencapai 25%.

