Di balik suaranya yang indah dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an, Yusfila tumbuh dalam kesederhanaan di pesisir Jebu Laut. Anak bungsu dari empat bersaudara ini merupakan putri dari seorang ayah yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu yang mengabdi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Sebagai bentuk apresiasi dan perhatian terhadap warganya yang berprestasi, pihak Pemerintah Kecamatan Parittiga turut memberikan dukungan moral dan material untuk bekal berkompetisi.

“Kita memberikan dukungan terhadap adik kita, ada sedikit uang saku yang kita berikan,” tutur Adhian.

Keberhasilan Yusfila ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya di Parittiga untuk terus menggali potensi diri. Pemerintah kecamatan berharap langkah Yusfila bisa menjadi inspirasi luas.

“Dengan adanya perwakilan Yusfila ini ke nasional, kami berharap bahwa potensi dari Parittiga ini lumayan juga ada yang potensial, mudah-mudahan bisa diikuti teman-teman Yusfila yang lain di Parittiga,” tambahnya.

Kini, doa dan dukungan penuh mengalir deras dari masyarakat Bangka Belitung agar sang qariah cilik bisa tampil lepas dan membawa pulang hasil yang maksimal.

“Harapan kami Yusfila bisa juara, hanya saja yang paling utama Yusfila bisa memberikan yang terbaik untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini,” pungkas Adhian penuh harap. ***