Tekan Angka Anemia Remaja, Pemkab Bangka Selatan Gelar Penggerakan Aksi Bergizi 2026 di SMPN 5 Toboali
Program ini diintegrasikan dalam Sekolah dan Madrasah Sehat melalui Trias UKS/M yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Hasil evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku (PSP) membuktikan adanya peningkatan pengetahuan gizi, aktivitas fisik 60 menit sehari, konsumsi buah dan sayur, serta peningkatan peluang remaja putri mengonsumsi TTD mingguan hingga 12 kali lebih tinggi setelah intervensi.
“Kesehatan adalah kunci utama untuk belajar dengan semangat dalam meraih cita-cita. Tubuh yang sehat membuat kita bisa bermain juga belajar riang gembira,” ujar dr. Agus Pranawa.
Ia juga menyoroti bahaya anemia secara teknis, di mana kondisi jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (HB) berada di bawah nilai normal (kurang dari 12 g/dL), sehingga darah tidak mampu mengikat dan membagikan oksigen secara optimal ke seluruh jaringan tubuh.
Kondisi ini sejalan dengan data global WHO yang mencatat prevalensi anemia dunia sebesar 24,8% (1.620 juta jiwa), serta data prevalensi di Asia Tenggara yang mencapai 54% di area pedesaan.
Melalui penguatan komunikasi perubahan perilaku, konseling, dan tindak lanjut terintegrasi, dr. Agus Pranawa berharap seluruh anak sekolah di Kabupaten Bangka Selatan memiliki status gizi yang baik sehingga mampu mengukir prestasi gemilang.
“Harapan kita bersama dengan adanya kegiatan penggerakan Aksi Bergizi ini, maka anak sekolah di Kabupaten Bangka Selatan memiliki status gizi remaja yang baik sehingga bisa berprestasi gemilang,” pungkas dr. Agus Pranawa menegaskan komitmen Pemkab Bangka Selatan.
Gerakan nasional ini diharapkan dapat terus memotivasi sekolah-sekolah di Bangka Selatan untuk menjalankan agenda Aksi Bergizi secara rutin dan berkelanjutan demi menjamin tumbuh kembang generasi muda yang optimal. **

