Menyalakan Api Literasi, 80 Santri SMP NU Toboali Ikuti Pelatihan Membaca Kritis dan Menulis Cerpen
Sementara itu, Ust. Rohman, Kepala SMP NU Toboali, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan. Sekolah berencana memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan hasil belajar mereka menjadi karya yang dapat dibaca oleh masyarakat lebih luas.
“Hasil karya para santri dari kegiatan ini nantinya akan dijadikan buku,” ungkap Ust. Rohman.
Rencana tersebut menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Para santri tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya nyata.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta mengikuti materi dengan antusias dan diberikan kesempatan untuk menggali ide cerita dari lingkungan sekitar, pengalaman pribadi, kehidupan keluarga, persahabatan, hingga berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan.
Melalui kegiatan ini, SMP NU Toboali berharap budaya membaca kritis dan menulis kreatif semakin tumbuh di kalangan santri dan santriwati. Gagasan untuk menerbitkan karya mereka dalam bentuk buku juga diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus menjadi rekam jejak kreativitas para peserta didik.
Dari ruang kelas, lahir gagasan. Dari gagasan, lahir tulisan. Dan dari tulisan para santri, kelak lahir sebuah buku.

