Mancing Bersama Oom
Oleh: Rafandra Aqram
Pada hari Jumat sore, saya pergi mancing bersama Oom di sawah RT 16. Lama termenung memegang pancing, belum satu pun ikan menghampiri, padahal Oom sudah dapat banyak. Oom pun mengajari saya bagaimana mancing yang benar.
“Loh, Fa, belum dapat, toh, kamu?” tanya Oom.
“Belum, Om, paling ikannya pada puasa!” jawab saya.
“Ikannya yang puasa, apa kamu yang gak bisa mancing?” Oom meledek.
“Keduanya, hehe.” Saya cengar-cengir.
“Sinilah, Oom ajarin caraancing yang bener. Pertama ambil cacing yang sesuai sama kail pancingnya. Kedua, cari tempat yang airnya tenang dan keruh. Ketiga, kalau umpannya sudah dimakan ikan, langsung disentak yang kuat pancingnya, jangan kaya bencong kalok nyentak,” jelas Oom.
“Idih, bencong dibawa-bawa. Okelah tak coba ya Om.” Saya menjawab.

