Di sisimu, sejuk merasuk,
hingga kulupa luka tertusuk.
Kau menepi dari kerumunan,
merawati adab dan kesucian.

Hijabmu syar’i, indah melekat,
membuat diri kian terpikat.
Tapi…kita tersekat usia,
saat berjumpa, aku tak muda.

Hidupmu lurus tanpa bernoda,
seperti salatmu yang selalu terjaga.
Kusebut engkau di bait doaku,
bermohon ridha ‘tuk bersamamu.

Sudut Sunyi Toboali, 20 September 2026
Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K.)