Robot yang digunakan merupakan robot rakitan (custom-built robot). Selama pertandingan, robot dikendalikan secara manual menggunakan remote control, sehingga keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain dan performa robot, tetapi juga oleh kemampuan operator dalam mengendalikan robot secara presisi, cepat, dan strategis.

“Setiap pertandingan dilaksanakan berdasarkan sistem dan peraturan yang telah ditentukan oleh panitia. Lomba Robot Sumo ditujukan bagi peserta yang memiliki minat, kemampuan, dan inovasi di bidang robotika dari seluruh wilayah Indonesia,” ujar Rokayah.

Kompetisi ini, tutur Rokayah, sangat penting artinya bagi siswa. Bukan soal menang atau kalah, melainkan mendorong siswa untuk berkreasi secara inovatif, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan minat pada sains dan teknologi.

Siswa MI yang tergabung di tim robotik tersebut masih duduk di kelas 4 dan 5 MI Khoiru Ummah Pangkalpinang.

“Selain siswa ini sudah hafal Al-Qur’an 2 juz, bahkan ada yang sudah 4 juz, robotik menjadi salah satu ekskul pilihan di sekolah,” ujar Rokayah.

Rokayah berharap adanya dukungan dari semua pihak atas tim robotik MI Khoiru Ummah yang akan berlaga di Politeknik Negeri Sriwijaya.

“Kami berharap dukungan semua pihak di tengah keterbatasan sekolah dalam memberangkatkan tim robotik. Termasuk butuh dukungan fasilitas seperti laboratorium yang memadai untuk mengembangkan kemampuan siswa di bidang robotik,” tutur Rokayah. (*)